Sistem Informasi Rumah Sakit atau (SIRS) yang diterapkan dengan metode Bridging System terdiri dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit  atau (SIMRS) dan beberapa sistem atau subsistem rumah sakit yang bertujuan memudahkan para manajemen rumah sakit untuk mencapai Visi/Misi dan tujuan.
Angan angan para menejemen rumah sakit yaitu memberikan pelayanan khususnya bidang perumasakitan yang bermutu, berkualitas serta melakukan pengendalian biaya pelyanan secara efisien dan optimal. Baik pelayanan yang bermutu yang dapat ditinjau dari berbagai aspek (Pasien,Pemilik,Penanggung,Penyelenggara/Dokter,manajemen) ataupun pengendalian biaya yang ditinjau dari aspek pasien, manajemen, penanggung, pemilik , haruslah didukung dengan sistem informasi  yang andal … Lanjut Baca »

Clinical Pathways (Care Pathways, Critical Pathways, Integrated Care Pathways, Care Maps) merupakan salah satu tools utama yang digunakan untuk mengelola kualitas pelayanan kesehatan berdasarkan standarisasi proses perawatan di rumah sakit dan merupakan salah satu elemen penting dalam Hospital Information System atau sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) atau SIMRS. Telah dibuktikan bahwa cara ini akan mengurangi/  membatasi variasi  pelaksanaan dalam praktek klinis dan dapat meningkatkan daya guna /hasil. jadi disusun berdasarkan eviden praktek klinis untuk mendapatkan efisien perawatan pasienTools manajemen yang disusun berdasarkan multi disiplin dari eviden praktek tertentu pada kelompok pasien dengan prediksi klinis yang sama, di mana dalam pelaksanaannya terjadi intervensi berbagai tugas  para profesional yang terlibat dalam perawatan pasien yang ditetapkan Lanjut Baca »

Kodasi Kesehatan, Sistem informasi yang berbasis komputer sudah menjadi kebutuhan yang sangat strategis dari suatu organisasi yang melaksanakan prinsip manajemen moderen ,demikian pula dalam rangka pengembangan sistem informasi kesehatan yang terintegrasi guna memperoleh data yang lengkap, menyeluruh cepat dan tepat , seharusnya telah menyesuaikan sistem kodasi ICD-IX atau ICD-X dan Kodasi Kesehatan melalui SIM berbasis komputer maka proses pengolahan database membutuhkan kode data, yang ditetapkan oleh Depkes sesuai SK Menkes RI No 844/Menkes/SK/X/2006 tentang Penetapan standar kode bidang kesehatan Lanjut Baca »

ICD X

Sampai dengan hari ini , sudah 11 tahun pemberlakuan ICD-X di Indonesia yaitu sejak  SK Menteri Kesehatan RI No.50/Menkes/SK/I/1998 perihal klassifikasi internasional mengenai penyakit revisi ke 10 pada rumah sakit dan puskesmas di Indonesia, tetapi kenapa masih ada rumah sakit atau puskesmas yang belum dapat mengaplikasikannya??
Beberapa unit/dinas kesehatan daerah telah menerapkan suatu aplikasi Sistem Informasi Penyakit (SIP) . dengan model input ICD X. dengan luaran laporan LB1 versi ICD X. hanya saja luaran ini sangat rinci misalnya untuk menegakan diagnose harus menggunakan hasil pemeriksaan Laboratorium sedangkan fasilitas untuk itu belum semuanya dimiliki oleh unit pelayanan tersebut , sehingga ada beberapa  seksi yang mengelola pelaporan masih cenderung menggunakan format LB1 penggalan ICD IX .
Dampak keadaan ini yaitu adanya penggunaan nomenklatur yang tidak sama antara rujukan dari pelayanan dasar yang masih menggunakan ICD-IX ke unit pelayanan penerima rujuka yang telah menerapkan ICD-X ( salah-satu penyebab timbulnya permasalahan dalam sistem informasi rumah sakit (SIRS) atau SIMRS di rumah sakit.

International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems
10th Revision, Version for 2007

Karena keterbatasan space maka bagi pemirsa yang membutuhkan Daftar ICD-X dalam bentuk softcopy (11.000 record lebih) dapat menghubungi kami.

e Hospital

eHospital, Diera globalisasi sekarang ini, khususnya rumah sakit papan atas dituntut untuk melakukan inovasi terutama di sektor pelayanan medik. hal ini sesuai tuntutan masyarakat moderen dimana untuk mendapatkan pelayanan mereka enggan lagi antri diloket pendaftaran, bila perlu pelayan medik yang datang ke rumah.
Suatu bentuk Inovasi “e_hospital, ini sudah lama berkembang di negara maju terutama masyarakat yang menjadi pelanngan khusus suatu rumah sakit, misalnya karena penyakitnya (Penyakit jantung) yang harus dikontrol oleh para dokter di rumah sakit tertentu. mereka menggunakan fasilitas tekhnologi informasi (internet) untuk berkomunikasi dengan dikternya/ rumah sakit. Lanjut Baca »

Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Modul Inticom merupakan Aplikasi SIRS yang dilengkapi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Referensi al 11.000 Nomenklatur Diagnose (ICD X), Tabel dan Tarif Jenis Pelayanan sesuai Ketentuan serta Daftar Nama Obat sesuai IMMS / DPHO serta Referensi lainnya (PPK, Kependudukan, Wilayah)

INTICOM

10 Modul+Referensi Lengkap
Informasi – Registrasi – Billing System – Medical Record-Pelkes – Monitoring/Evaluasi Indikator  – Otomatisasi Laporan – Verifikasi Data Tagihan – Pembagian Jasa Medik – Bridging/Integrasi Database

DAFTAR MODUL

Informasi

  • Prosedur Pelayanan
  • Daftar Dokter Jaga
  • Tarif Pelayanan

Registrasi-Barcode System, EWL

Billing System

Medical Record

Pelayanan Kesehatan , Penunjang dan Obat (OUDD/OOOD)

Monitoring dan Evaluasi Indikator Kesehatan

Otomatisasi Laporan

Informasi Jasa Medik

Verivikasi Data Pelayanan/ Tagihan (terintegrasi dengan database pihak ketiga)

 Lihat fitur aplikasi  Sistem Informasi Rumah Sakit

m8hidw4y3z
SIRS,  Antisipasi perubahan , berlakunya UU tentang Jaminan Sosial Nasional Khususnya untuk Jaminan Kesehatan Masyarakat , maka beberapa sentral pelayanan kesehatan / pelayanan rujukan ,sejak awal membenahi diri termasuk system informasi secara komputerisasi .

Suatu SIRS yang andal (termasuk SIMRS – Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) seharusnya :

  1. Mendukung semua bisnis proses dari rumah sakit tersebut .
  2. Pasien mudah mendapatkan informasi , baik diloket pelayanan, media jaringan computer atau di internet.
  3. Mudah diaplikasikan, Single Data Entry, Aman dalam penyimpanan , data akurat.
  4. Efisien dalam hal tenaga, biaya dan waktu , bila perlu paper less
  5. Efektif mencegah terjadinya potensi permasalahan : Lonjakan antrian pasien, Pengaturan ruang perawatan, Moral
  6. Hazard Pelangan eksternal maupun internal
  7. Dinamis dan fleksibel, dapat mengantisipasi perubahan.

baca selengkapnya SIRS 

Tulisan yang terkait  :  Daftar Aplikasi Utama  (Modul) dan Pengkodean Program  (Kodasi) yang baik serta IT Kesehatan dan Farmasi 

ASR Search Engine



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.