Comments on “Kodasi Kesehatan”

  1. limpo50 Says:

    November 27, 2009 at 8:33 am e
    Saya belum paham Pak, apa yang anda maksud :
    Masing-masing kode terdiri dari beberapa digit misalnya kode wilayah terdiri dari 10 digit yang mewakili daerah terurut.
    Cara pengkodean seperti ini akan menimbulkan permasalahan di era otonomisasi daerah yang seperti kita alami sekarang ini (Baca tulisan kami “Masalah Kodasi berdasarkan urutan wilayah”)

    Permasalahan apa yang bisa timbul ???

    Reply
    • Aksan Says:

      November 28, 2009 at 2:19 am e
      Coba simak SK Menkes tahun 2006 tersebut, tata cara pemberian kode wilayah, 10 digit, digit1,2 untuk prov, digit 3,4 kab/kota, digit 5,6,7 kecamatan, digit 8,9,10 desa. Berapa prov dan berapa kabupaten/kota waktu itu, setelah terjadi pemekaran wilayah, prov dan kab/kota bertambah kodenya, fisik tidak bertambah, yang menyebabkan permasalah yaitu kode lama yang terlanjur tersimpan di database. contoh kongkrit, RS didaerah sebelum pemekaran prov kan masih menggunakan kode provinsi lama, setelah pemekaran RS tersebut termasuk di prov baru, kalau kode-RSnya berubah mengikuti kode prov baru , maka celakalah data-data lamanya(tetap ikut di prov lama), tetapi kalau RS tsb tidak merubah kode atau tdk mengikuti kode prov yang baru, data lama RS tsb di prov baru tidak ada.

      Reply
  2. limpo50 Says:

    December 1, 2009 at 3:40 pm e
    Mas, pikiran saya kode RS harus diperlakukan unik sehingga mestinya jangan terpengaruh kode baru RS yang diedit Depkes…biarlah sekali Depkes memberi kode RS itulah yang dipakai sebagai ID-RS itu. Lain halnya kode wilayah biarpun berubah karena adanya pemekaran wilayah masih bisa tersimpan pada database kode wilayah lama dan kode barunya, agar database itu bisa berbicara menurut cara tahun berapapun karena kode wilayah lama dan baru tetap terkoleksi pada semua rekord.
    Begitu cara saya berfikir.

    Reply
    • Aksan Says:

      December 16, 2009 at 7:54 am e
      Betul sekali, itulah yang terjadi sampai hari ini, dan mungkin begitu maksudnya atau cara membacanya, tetapi itulah masalahnya di republik ini, kita tidak akan pernah mendapatkan data yang akurat sampai dunia ini kiamat..percayalah. salah satu contoh,bisakan! seseorang memiliki 2 KTP??, jawabnya bisa karena sistem pemberian nomor mengacu No urut keluarga,kelahiran,daerah artinya ada subsistem yang membentuk sistemnya.sedangkan yang dimaksud unik dalam IT betul2 berdiri sendiri misalnya ada 9999 jenis rumah sakit maka system penomorannya mulai RS0000 sampai dengan RS9999.
      Dan celakanya.. setiap ada pejabat baru..membuat aturan baru..

      Reply



    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: